Pages

WikiLeaks, Ujian untuk Internet Sehat?

SUNGGUH mendebarkan membaca rentetan berita terkait WikiLeaks. Bagaimana situs ini mengumumkan akan mempublikasikan 250 ribu dokumen rahasia, bagaimana pentolan WikiLeaks, Julian Assange diburu Interpol karena diduga melakukan pelecehan seksual, bagaimana Assange ditangkap polisi Inggris, dan bagaimana reaksi para hacker yang bersimpati pada Assange yang kemudian melakukan tindakan balas dendam. Pemberitaan tentang WikiLekas dipastikan akan mewarnai berbagai media selang beberapa bulan mendatang karena situs ini telah mengungkapkan tekadnya untuk tetap mempublikasikan berbagai materi rahasia kendati pemimpinnya telah ditangkap.

wikileaks

Kisah terkait Assange dan WikiLeaks sungguh menarik. Dan aku yakin, tak lama lagi kisahnya akan dituangkan ke layar lebar, lengkap dengan berbagai dramatisasi khas Hollywood.


Apa yang terjadi pada Wikileaks sesungguhnya merupakan implementasi dari beberapa pertanyaan mendasar yang sangat dilematis. Yakni, apakah dibenarkan sebuah situs mempublikasikan informasi rahasia berisi pelanggaran yang diduga dilakukan pemerintah? Apakah pemilik situs dapat dikategorikan sebagai bersalah karena memaparkan kejelekan dan keburukan penguasa? Jika sebuah informasi rahasia bocor ke dunia maya, apakah yang bersalah adalah si pembocor ataukah pemilik informasi yang tidak menjaga rahasianya dengan rapat?

Apa yang terjadi dan dilakukan WikiLeaks dan beragamnya reaksi media telah membawa pemahaman baru menyangkut informasi di dunia maya dalam kaitannya dengan kebebasan mendapatkan informasi dan mengeluarkan pendapat. Wikileaks juga telah membawa apa yang disebut sebagai ‘internet sehat’ ke dimensi baru yang lebih rumit.

Apa yang terjadi pada WikiLeaks merupakan petunjuk penting, bahwa apa yang disebut sebagai internet sehat tak melulu pada gambar atau video telanjang. Tak melulu pada bagaimana bersikap bijak dengan menyajikan konten yang positif pada blog dan berbagai situs jejaring sosial. Juga tak melulu pada aksi membentengi komputer dengan anti virus.

Internet sehat ternyata juga menyangkut sikap dan kedewasaan dalam menanggapi isu yang terkait dengan keamanan nasional dan kebebasan mengeluarkan pendapat.

Membaca kasus WikiLeaks, aku jadi bertanya-tanya. Jika misalkan (sekali lagi hanya misalkan) aku mendapat informasi rahasia namun akurat terkait sikap dan kebijaakn pemerintah yang brengsek dan merugikan rakyat, apakah informasi itu harus disebarkan ke dunia maya dengan segala implikasinya, atau didiamkan saja?

Apakah aku seharusnya berpura-pura dan bersikap munafik seakan-akan tak terjadi apa-apa, dan implikasinya aksi brengsek penguasa akan terus berlangsung dan pada akhirnya masyarakat akan terus dirugikan? Ataukah aku harus mempublikasikan informasi itu, dengan resiko aku diburu aparat keamanan dan terjadi kehebohan politik yang mungkin bisa berdampak pada lengsernya si penguasa?

Jika itu benar-benar terjadi, sungguh aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Terutama dalam kaitan dengan internet sehat. Apakah aku menjadi  hebat karena mendiamkan sebuah informasi rahasia nan peka? Ataukah aku menjadi hebat karena menjadi peniup suling kebenaran?

Jika Anda menjadi aku,  apa yang akan Anda lakukan supaya dianggap hebat?

About The Author : fary

Seorang yang suka membaca, membaca apa saja, dan suka menulis, menulis apa saja.... You can follow him on Twitter and you can connect with him on Facebook

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...