GARA-gara David Beckham, aku kini menjadi fans AC Milan. Untuk pertama kali sepanjang sejarah, aku menjadi
Milanisti, walau hanya sementara.
Selama beberapa tahun terakhir, aku memang tidak merasa cocok dengan Liga Italia. Karena sudah terlanjur menyukai Liga Inggris yang menerapkan permainan cepat, atraktif dan dinamis, maka menyaksikan pertandingan Serie A Liga Italia menjadi pekerjaan yang melelahkan. Pertandingan berlangsung dalam tempo lamban, minim kreasi dan terlalu banyak pelanggaran.

Adalah David Beckam yang kemudian membawa aku mulai menyukai Liga Italia. Sebagai penggemar kesebelasan Inggris, aku selalu menyukai kesebelasan yang diperkuat pemain Inggris. Misalnya aku sempat menyukai Bayern Muenchen ketika (masih) diperkuat Owen Hargreaves. Aku lalu menjadi fans Real Madrid ketika diperkuat Michael Owen dan Beckham.
Dan kini aku menjadi Milanisti. Aku senang ketika Milan menang, sedih ketika dikalahkan Inter dan tersisih di Piala UEFA, dan berduka ketika kembali dikalahkan Sampdoria. Tapi itulah sepakbola, ada saatnya gembira karena menang dan kadangkala sedih ketika kalah.
Sejujurnya, aku lebih suka jika Beckham kembali secepatnya ke LA Galaxy. Dari segi teknis, aku pikir kehadiran Becks tidak memberi pengaruh signifikan pada AC Milan. Yang dibutuhkan Milan saat ini sebenarnya pemain belakang berkarakter dan tangguh, dan bukan pemain tengah.
Tapi kalau toh Becks memilih tinggal, ya gak masalah. Artinya masa aku menjadi Milanisti akan diperpanjang.. Entah sampai kapan....