Pages

Ketika handphone merubah dunia.....

handphone
ilustrasi dari thumbs.dreamstime

LIMA belas tahun lalu, jika melihat seseorang berbicara sendiri di tepi jalan dengan tangan di telinga, atau berbicara sendiri di terminal atau bus, Anda pasti akan menganggap yang bicara sendiri itu gila.

Kini, pemandangan orang 'bicara sendiri' di tepi jalan, di bus, di terminal atau mall merupakan pemandangan biasa. Anda justru akan dinilai gila jika menganggap yang mereka lakukan adalah gila. Mereka yang terlihat seperti berbicara sendiri itu, seperti kita semua tahu, berbicara melalui handphone kepada seseorang entah di mana.

Handphone (HP) kini memang telah menjadi bagian dari kehidupan, dan dalam beberapa sisi, telah mempengaruhi kehidupan. HP telah memperkaya kosakata dalam percakapan sehari-hari. 15 tahun lalu banyak orang yang tak paham soal pulsa. Orang juga pasti akan mengerutkan kening jika kita bicara tentang missed call. Atau lowbat. Atau SMS.

Children in election campaigns...

children
foto taken from independence05

IN Indonesia, children are often exploited during election campaigns, including elections of regional chief executives, when in fact, children are banned from taking part in campaigns. At least five children killed during campaigns.

Political advertisement as one example. In television we saw a child wearing the party’s logo or uniform.

The exploitation must be stop. We need a ban on such exploitation of children during the coming elections. They can only be included in neutral activities that do not involve party attributes. Children are not the right actors to sell political products, and politics is not the proper toy for them.

We must convey to the General Elections Commission (KPU) and the political parties, to respect
children’s rights. Let children enjoy their youth and friendship. (*)

SBY main yoyo, Mega komentator sepakbola?

sby-mega
PRESIDEN Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mungkin saja memang mahir memainkan yoyo, permainan kanak-kanak yang menggunakan benang dan benda berbentuk bulat. Namun tentu bukan karena alasan itu sehingga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri menuding pemerintah yang dipimpin SBY menjadikan rakyat sebagai yoyo.

Pemerintah, kata Mega, telah menjadikan rakyat seperti permainan anak-anak, yoyo. "Terlempar ke sana ke mari, kelihatannya indah tetapi pada dasarnya membuat rakyat tidak menentu hidupnya," kata Mega.

Pernyataan Mega soal yoyo, mungkin terkait dengan kebijakan SBY yang menaikkan harga BBM, dan kemudian menurunkannya.

Ungkapan Mega dibalas Ketua DPP Golkar bidang Kesra Firman Subagyo. Bahwa Mega itu seperti orang menonton bola. "Dia nggak tahu bagaimana kesulitan main di lapangan. Coba suruh main, pasti longak-longok nggak bisa," kata Firman.

Sementara Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai pernyataan Mega itu sebagai wujud kepanikan, karena kebijakan pemerintah saat ini yang populis. "Jangan karena analisis popularitas pemerintah naik lantaran harga BBM turun, lantas panik dan memproduksi penilaian yang tidak tepat," tandas Anas.

Megawati pasti tak akan pernah main sepak bola. Aku juga tidak tahu kalau dia senang nonton bola. Namun yang pasti ungkapannya telah membuat peta persaingan menuju RI-1 menjadi makin panas.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Mega akan berhadapan 'head to head' dengan SBY. Sementara Golkar, masih akan menunggu hasil pemilu legislatif untuk menentukan sikap, kendati opsi untuk tetap menjadi RI-2, terutama untuk Jusuf Kalla, masih terbuka lebar.

Akankah pemerintah (dalam hal ini SBY) masih akan tetap memainkan 'yoyo' guna mengundang simpati? Akankah Mega terus menjadi 'komentator sepakbola' guna mendulang suara?

Waktu yang akan membuktikan.....

Dan penduduk Gaza menyantap produk AS

AKU tersenyum geli membaca artikel di Kompas edisi Minggu (25/01) halaman Internasional, yang berjudul 'Malam Jumat di Gaza City'. Secara garis besar, artikel ini berisi laporan pandangan mata wartawan Kompas tentang situasi terakhir di Gaza, terutama saat malam Jumat lalu.

Di Gaza, dan di negara Arab lainnya, malam Jumat merupakan saat berekreasi karena  hari Jumat mereka libur (jadi mirip seperti malam Minggu kalau di Indonesia). Masyarakat pun bersantai-ria, dan ada yang berbondong-bondong ke berbagai restoran.

In the name of the past

Clang the death toll still reflect
Roar of weapons still offers anger

Why they're blood still spill?
Why the greedy still there?

In the name of the past,
should life be useless?

In the name of revenge,
should blood still drops?

This is the land of promise, you said

The land of God

Which God?

Does God allow blood spill?

No more blood

No more tears

No more crying in the deserted alley

no

more...

Sargas, Murid Yesus dan Dialog yang.....

KETIKA ber-blogwalking ria, tanpa sengaja aku nyasar ke blognya adhitya. Dari berbagai posting, ada satu yang menarik, yakni tentang Apostles of Jesus. Secara umum posting ini menyinggung soal peran Judas, apakah yang disalib benar-benar Yesus (nabi Isa as) atau bukan, dan fakta baru bahwa kemungkinan sosok pengganti Yesus di kayu salib bukan Judas sebagaimana diyakini umat Islam, melainkan... Sargas.

lastsupper_leonardo
Lukisan 'The Last Supper' karya Leonardo da Vinci. Adegan ini konon menggambarkan bagaimana reaksi para murid ketika Yesus berkata: Seorang di antara kalian akan mengkhianati aku. Dari kiri ke kanan: Bartolomeus, Yakobus anak Alfeus, Andreas, Judas, Simon Petrus, Yohanes (dalam 'Da Vinci Code, sosok ini dianggap sebagai Maria Magdalena), Yesus, Tomas, Jakobus, Filipus, Matius, Tadeus, dan Simon Zelot


Aku pun langsung mengklik komentar--yang saat posting ini dibuat jumlahnya 34 orang. Berdasarkan pengalaman, posting dengan tema seperti ini akan ditanggapi dengan sangat-sangat seru.

Namun aku agak kecewa.

Para komentator rata-rata memberikan komentar bernada netral. Beberapa yang 'berani' mencantumkan homepagenya seperti rani, nika, lucky ramadhan, ndutyke, monikk, sharon dan donnie yodha juga memberikan komentar yang menyejukkan. Tak ada perdebatan panas. Tak ada caci-maki. Tak ada saling sindir.

Aku menganggap ini sangat luar biasa, karena aku kerap menemukan hal sebaliknya ketika (tanpa sengaja) nyasar di sejumlah blog/situs yang orientasinya religi. Banyak blog yang diisi debat kusir, saling ejek bahkan sumpah serapah, baik sesama komentator maupun komentator dengan pemilik blog.

Di Indonesia, soal agama, terutama Islam-Kristen memang masih menjadi isu sensitif. Dan di blog, kita menemukan ruang untuk berdakwah, berdiskusi, sekaligus 'menyerang'. Karena tidak disensor, maka yang terjadi adalah seperti yang aku sebutkan di atas. Caci maki yang justru membuat pembaca sakit kepala.

Membaca komentar di posting adhitya, aku mendapatkan fakta baru bahwa ternyata, diskusi tentang agama (Kristen-Islam) bisa dilakukan tanpa 'bumbu' emosi dan caci-maki. Bahwa berdiskusi tentang keyakinan agama lain bisa dilakukan dengan santun, penuh damai dan bisa menghadirkan nuansa menyejukkan.

Mungkin pintu masuknya adalah seperti yang dilakukan adhitya. Bertanya untuk mencari kejelasan, dan bukannya menganggap diri sendiri benar dan menuding pihak yang beragama lain sebagai salah dan sudah pasti masuk neraka.

Pintu masuk, yang sayang sekali belum banyak digunakan.....

Obama kini Presiden AS, Tapi dia bukan malaekat...

barack_obama
AKHIRNYA, Barrack Obama benar-benar mencetak sejarah. Dia resmi dilantik menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Dia orang kulit berwarna pertama yang dilantik, sekaligus orang 'berdarah Indonesia' pertama yang duduk di kursi tertinggi pemerintahan AS.

Sejumlah analis mengatakan, Obama dihadapkan pada berbagai tantangan serius. Ambruknya perekonomian salah satunya. Juga masalah pelik menyangkut penyerangan Israel ke Gaza Palestina. Obama, mau tidak mau harus mengemban tugas sebagai polisi dunia.

Tentu, sejuta harapan untuk Obama bukan hal yang keliru. Itulah resiko menjadi Presiden AS, pemegang kekuasaan tertinggi negara adidaya, yang keputusannya memiliki implikasi luas pada jutaan bahkan milyaran orang.

Banyak orang berharap pada 'perubahan', yang merupakan jargon Obama semasa kampanye. Perubahan yang dipercaya akan datang dan kini telah terwujud.

Namun jangan lupa. kendati Obama kini berkuasa, dia tetaplah manusia. Obama bukan malaekat yang bisa berbuat apa saja dan memuaskan keinginan semua orang.

Obama juga manusia. Yang mungkin saja bertindak salah.

Kita hanya bisa berharap, 'kemanusiaan' Obama secara kodrati tidak akan berdampak buruk pada kemanusiaan. Semoga...

Indonesia basah (lagi)

Hujan di mana-mana. Banjir di mana-mana. Tiupan angin ditambah longsor menjadi pemandangan biasa. Indonesia dikutuk?

Tidak.

Walau cuaca memang cenderung ekstrim, namun di beberapa kawasan, banjir merupakan agenda tetap. Yang tetap akan ada. Bahkan ada beberapa daerah yang harus pasrah kebanjiran walau cuaca terang benderang. Mereka mendapat apa yang dikenal sebagai banjir kiriman.

banjir
INDONESIA basah.

Kenapa banjir terus ada dan ada?

Ada beberapa penyebab, namun yang paling mendasar adalah kerusakan (atau pengrusakan) lingkungan. Hutan dijarah dan menjadi gundul. Daerah resapan berubah menjadi pemukiman atau pusat perbelanjaan. Sungai menyempit dan menjadi dangkal.

Mungkin terlalu klise jika dikatakan kini saatnya membangun kembali lingkungan yang carut marut dan rusak parah. Mungkin akan banyak suara pesimistis. Namun jika memang tidak dilakukan, maka banjir akan menjadi kawan setia bangsa Indonesia, setiap hujan mengucur.

Padahal, hujan sebenarnya adalah berkat.

(foto 'dipinjam' dari ayobangkitindonesiaku.wordpress.com)

Gazza bukan Gaza (yang berdarah)

PALESTINIAN-ISRAEL/
SEMASA remaja aku pernah terkagum-kagum pada sosok Gazza. Pesepakbola bernama asli Paul Gascoigne ini dikenal sebagai salah satu pemain tengah terbaik di Inggris. Bahkan kendati Inggris kini punya sederetan pemain tengah hebat semisal Steven Gerrard atau Frank Lampard, namun  Gazza masih menjadi figur yang kerap diperbincangkan.

Gazza kini entah bagaimana kabarnya. Media massa menyebut dia terlibat dalam berbagai kasus, terutama karena keterlibatannya pada minuman keras.

Kalau Gazza relatif terlupakan, beda halnya dengan Gaza, yang kini setiap hari muncul di media massa. Gaza adalah kawasan Palestina yang kini menjadi sasaran serangan Israel. Saat tulisan ini dibuat, korban akibat serangan Israel hampir mencapai seribu orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.

Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kutukan datang bertubi-tubi. Reaksi muncul dari berbagai pihak, dengan beragam gaya. Ada yang bersikeras ingin 'berjihad' dan menjadi relawan di Palestina, ada yang menyerukan agar produk Amerika dan Israel diboikot, ada yang membakar (dan menginjak) bendera Israel, dan masih banyak lagi.

Simpati untuk Palestina, tentu bisa dipahami.

Namun sejauh mana efektifitas berbagai aksi itu terhadap Palestina, atau dalam hal ini Gaza?

Jika di indonesia kita menginjak-injak bendera Israel, bagaimana dampaknya di Palestina? Tidak ada.

Karena itu, kendati secara prinsip setuju dengan berbagai tindakan pro Palestina ini, aku lebih menyukai aksi yang memberikan dampak signifikan. Seperti memberikan bantuan berupa transfer uang ke rekening tertentu, atau mengirimkan SMS yang uangnya dikirim ke Palestina.

Apa yang terjadi di Gaza adalah peristiwa memilukan. Dan seharusnya dikutuk. Namun kutukan saja tak akan memberi apa-apa.

Gaza, tentu saja beda dengan Gazza. Gazza bisa dilupakan karena tabiatnya yang buruk. Gaza, seharusnya tetap diingat. Bukan karena sentimen agama, tapi karena kita menjadi saksi bagaimana kebiadaban terjadi dengan alasan dendam. Dan sejarah.

Ketelanjangan itu berlanjut....

SETELAH Fahrani, giliran dua bersaudara Azhary, yakni Sarah dan Rahma diberitakan berfoto telanjang. Foto dua perempuan cantik ini pun bertebaran di berbagai situs dan blog 'dewasa' Indonesia.

sarah

Namun berbeda dengan Fahrani yang kisahnya menghilang, kasus yang melibatkan Sarah dan Rahma masih bergema, bahkan mulai memasuki ranah hukum. Pihak Sarah berang karena ada pihak tertentu (yakni Roy Suryo), yang dituding bermain di air keruh, mencari popularitas dengan memanfaatkan peistiwa ini. Roy Suryo (yang oleh sejumlah pihak dianggap sebagai pakar telematika) dianggap mencemarkan nama baik karena kepada wartawan menegaskan kalau foto-foto syur yang beredar itu asli.

Hingga tulisan ini dibuat, kasusnya masih bergulir. Entah bagaimana akhirnya.

Namun sekali lagi, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk semua perempuan, apalagi yang tergolong publik figur. Agar berhati-hati dengan foto kategori pribadi. Di tangan pihak yang iseng, foto pribadi ini akan menjadi konsmsi dunia....

Operasi Garuda Hitam (3): Program Pemberian Bill Gates

EMBUN masih menghiasi jalanan ketika sepedamotor yang dikemudikan Sigit membelah pagi yang dingin. Setelah menemukan buku puisi milik Kobis, kini saatnya membawa buku itu untuk dianalisa di Yayasan.

Yayasan itu terletak di sebuah jalan kecil, berupa bangunan putih satu lantai yang tidak menyolok. Di sebelah kanan gedung yayasan berdiri sebuah rumah dua lantai bercat merah muda.

Penduduk sekitar hanya mengetahui kalau rumah itu milik seorang purnawirawan yang sekarang berada di luar negeri. Rumah yang nampak mewah itu hanya dihuni dua penjaga yang jarang menampakkan diri.

Tak banyak yang tahu kalau rumah bercat merah itu yang sebenarnya merupakan markas utama dari Lembaga Intelejen Nasional (LIN), sebuah organisasi rahasia yang dibentuk Negara. Sebagai kamuflase, dibentuklah Yayasan Pelestari Lagu Tradisional (Yayasan Tarisi).

Putusan MK yang bikin stress

MENJELANG akhir tahun 2008 dan di awal 2009, banyak calon legislatif Indonesia yang 'stress'. Calon wakil rakyat yang sakit kepala ini umumnya bertengger di nomor urut jadi (1 atau 2) pada daftar calon tetap yang dikeluarkan KPU. Penyebabnya adalah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan calon dipilih berdasarkan suara terbanyak dan bukan karena urutan nomor.

Memang yang terjadi selama ini, caleg yang duduk di nomor urut jadi, terutama di partai besar dan mapan, sudah dipastikan bakal memperoleh kursi, walau pada pemilu perolehan suaranya jeblok. Penyebabnya adalah aturan soal akumulasi suara dari nomor urut di bawah, yang tak mencapai BPP.

Putusan MK ini sontak merubah segala kebiasaan dan mungkin juga mimpi. Kini yang bakal duduk menjadi wakil rakyat adalah mereka yang memperoleh suara terbanyak.

Adilkan putusan MK ini?

Aku sendiri menganggap ini sangat fair. Artinya, walau caleg itu bertengger di nomor sepatu, namun jika dia dipercaya dan akhirnya dipilih rakyat, dia yang bakal menjadi wakil rakyat. Dalam hal ini, mereka yang menjadi wakil rakyat benar-benar merupakan representasi suara rakyat.

Tapi tentu saja peluang para caleg yang dulunya duduk di nomor jadi tetap terbuka. Hanya peluangnya tidak sebesar dulu. Kini mereka harus berjuang sekuat tenaga, turun ke masyarakat dan benar-benar memperkenalkan diri dan program.

Kita berharap siapa pun yang terpilih menjadi wakil rakyat adalah mereka yang benar-benar dipilih rakyat dan bisa membawa aspirasi masyarakat.

Semoga.

Palestina, dan Bantuan D'blogger....



MENYENANGKAN sekali membaca postingan anjari, soal anjuran kepada d'blogger untuk menggalang dana untuk masyarakat Palestina. Menyenangkan, karena ide ini tidak dibuat sebagai wujud 'toleransi umat beragama', namun karena alasan kemanusiaan.

palestine-peace

Di Indonesia, memang ada kesalahpengertian yang cukup serius terutama terkait Palestina dan konfliknya dengan Israel. Kesalahpahaman ini bukan hanya ada pada masyarakat Islam, tapi juga Kristen.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...