ENTAH kebetulan entah tidak, isu seputar Adam Malik yang disebut-sebut sebagai agen rahasia atau mata-mata binaan CIA muncul beberapa saat setelah film James Bond beredar di tanah air.

Sesuai namanya, dunia mata-mata memang penuh rahasia, memiliki jalur kerja yang sukar terdeteksi, dan tentu saja kebenaran menyangkut hal yang terkait yang (sengaja) dibuat kabur.
Bagi yang sudah menyaksikan James Bond terbaru, Quantum of Solace, mungkin akan terkagum-kagum dengan sajian adegan spektakuler yang disajikan sejak menit pertama. Walau, aku pikir ada sejumlah adegan yang tak masuk akal, ditambah beberapa aksi yang sangat kebetulan (padahal dalam dunia mata-mata, seharusnya semuanya terencana, dan tidak bisa berharap pada nasib baik).
Bagaimana dengan Adam Malik? Apakah dia benar-benar agen rahasia CIA? Soal ini sudah dulas banyak media dan pengamat. Aku tak ingin ikut-ikutan. Aku hanya ingin menekankan, soal peran agen di dunia nyata.
Menyangkut cara kerja, agen rahasia itu terbagi dalam dua hal. Yang pertama, agen tidur, yang hanya dihubungi sewaktu-waktu jika ada 'proyek' yang akan dikerjakan. Yang kedua, agen aktif, yang memang terlibat secara langsung dan sepenuh waktu pada 'proyek' itu.
Jika Adam Malik benar-benar agen rahasia, di mana perannya? Aku pikir tak mungkin dia menjadi agen aktif. Pastilah dia agen pasif, yang hanya bertindak jika ada petunjuk dari 'supervisor'.
Kalau tidak salah ingat, publikasi media menyebut kalau Adam Malik pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Uni Sovyet. Jika benar dia merupakan mata-mata, maka peranannya pasti sangat besar di saat dia menjadi dubes untuk Uni Sovyet (US), apalagi saat itu perang dingin antara AS dan US sedang 'panas-panasnya'.
Namun, sekali lagi, apakah tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional itu adalah mata-mata? Mungkin tak satupun warga Indonesia yang bisa menjawab. Bahkan kalau dikatakan tak ada kebijakan yang ditelorkannya yang senada dengan kebijakan AS, itu belum bisa dijadikan pegangan.
Yang pasti, jika tuduhan itu benar, maka sosok Adam Malik merupakan contoh keberhasilan CIA. Karena tokoh binaan mereka bisa menduduki posisi luar biasa, menjadi wakil presiden, menjadi orang kedua di Indonesia!!
Suatu posisi yang rasanya tak bisa didapatkan agen lapangan sekaliber James Bond sekalipun....