Pages

Operasi Garuda Hitam (2): Buku Kumpulan Puisi

SIGIT tercenung. Kobis jelas-jelas ingin memberikan pesan rahasia. Dan dia tentu bermaksud agar pesannya bisa terbaca. Kobis tentu tak akan memberikan teka-teki yang tak akan terpecahkan oleh rekan-rekannya. Pesan itu, apapun itu, harusnya bisa dipecahkan di ruangan ini.

LB 3-18

Ini jelas bukan notasi catur. Sigit dan Kobis tak pernah main catur kendati keduanya tahu bagaimana caranya.

Sigit memejamkan mata, berkonsentrasi.

Dia kemudian berjalan mendekati dinding. dan mengamati. Sigit punya firasat pesan itu pasti terkait dengan sesuatu di ruangan ini, atau sesuatu yang ada di dinding. Yang perlu dia lakukan adalah mengamati dan mencari kemungkinan ada petunjuk yang mendekati teka-teki rahasia itu.

Toleransi itu...

AKU tersenyum miris membaca postingan fanabis: selamat natal. Tulisan yang ringan sebenarnya, namun mengandung makna yang sangat dalam, khususnya tentang toleransi di negeri ini.

Kata toleransi, memang lebih cocok diberikan dalam konteks hubungan dengan sesama yang punya keyakinan berbeda. Jika kita punya sahabat yang korupsi, atau suka selingkuh, atau gemar mencuri, kita mungkin tak tahan bertoleransi dan akan menegur secara langsung. Namun jika rekan kita punya keyakinan berbeda, kita tentu saja tak akan serta merta melakukan berbagai cara agar dia 'sadar' dan 'bertobat'.

Operasi Garuda Hitam (1): Tewasnya sang wartawan

INI cerita bersambung, maunya merupakan kombinasi antara 'Da vinci Code' dengan 'James Bond', tentang intrik politik tingkat tinggi yang terjadi di tanah air. Kendati beberapa tokoh dan lembaga yang disebut dalam kisah ini benar-benar ada, cerita ini seratus persen fiksi alias khayalan..................

NADA dering handphone itu seperti datang dari alam mimpi. Sigit Bhuwono, yang terlempar dari dunia bawah sadar, melirik jam di dinding. Pukul 05.12 pagi. Dia meraih hpnya. Sigit tahu, hanya beberapa orang yang mau menelponnya di jam seperti ini. Orang-orang yang teleponnya harus diangkat.

"Hmm... ya?" Suaranya terdengar serak.

"Kobis tewas. Dibunuh orang. Kami sekarang di tempat tinggalnya. Datanglah segera..." Hanya itu suara yang terdengar. Hp masih menempel di telinga, namun pikiran Sigit sudah mengembara.

Kobis... tewas?

Foto Artis Telanjang, Kenapa Diburu?

FOTO panas artis kembali menjadi berita. Yang teranyar, foto toples model dan bintang film cantik Fahrani, yang menjadi salah satu 'keyword' yang paling diklik selang beberapa hari terakhir.

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa foto artis telanjang  (tak peduli dia terkenal atau setengah terkenal) begitu diminati?

Ketelanjangan itu....

FOTO toples artis cantik Fahrani beredar di dunia maya. Fahrani bukan artis pertama yang tubuh indahnya diobral dan dipelototi ribuan atau bahkan jutaan mata laki-laki (nakal). Yang membedakan adalah, Fa, demkian sapaan akrabnya, sama sekali tidak membantah.

Dia membenarkan kalau itu foto dirinya. Dia tidak berkilah dengan mengatakan foto itu hasil rekayasa. Fa mengatakan foto itu diambil ketika dia berlibur di lokasi yang memang menginjinkan pengunjungnya tampil tanpa busana.

Kerusuhan, Lagi....

INDONESIA rupanya tak juga belajar dari sejarah.

Kerusuhan yang terjadi di Masohi Maluku Tengah awal Desember merupakan bukti teranyar. Kerusuhan yang diakibatkan peristiwa sepele, menyebabkan dua kelompok yang berbeda agama kembali saling serang. Puluhan rumah dibakar, termasuk sejumlah tempat ibadah.

Theme Wordpress

Akhirnya aku bisa juga merubah theme. Walaupun rada sulit dan agak njlimet. Ada beberapa theme yang kuupload dan untuk sementara aku pilih yang ini.

Drama Penculikan Itu...

SAAT tulisan ini dibuat, dunia hiburan Indonesia saat ini dihebohkan dengan kasus (dugaan) penculikan yang disinyalir didalangi artis perempuan cantik ternama, yang melibatkan dua pembalap muda kondang. Tulisan ini tidak ingin membahas aspek hukum dari kasus ini, tapi lebih kepada unsur 'penculikan' dan 'penganiayaan' yang disebut-sebut terjadi.

Jika peristiwa itu benar (dan agaknya keyakinan aparat keamanan mengarah ke sana), maka berarti masih ada sebagian dari kita yang berpikir bisa melakukan apa saja untuk mengintimidasi, untuk mendapatkan yang diinginkan (konon kasus ini berlatar belakang soal uang yang tak dikembalikan).

Bicara soal culik-menculik, sebagian dari kita mungkin akan teringat kisah penculikan yang sempat menjadi 'trend' di tanah air, terutama di masa menjelang pergantian rezim, dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Saat itu banyak aktivis kemanusiaan yang diculik. Sebagian bisa kembali, sebagian lagi hingga kini tak tentu rimbanya. Tak jelas apakah masih hidup (dan kalau masih hidup kini ditahan di mana), dan tak jelas juga apakah telah 'pindah' ke alam lain (yang ini juga tak jelas di mana kuburnya).

Sejauh yang aku tahu, kasus penculikan aktivis ini tidak (atau belum?) mendapatkan penanganan secara hukum yang memuaskan. Memuaskan di sini artinya sesuai dengan nilai dan standar hukum yang berlaku.

Mungkin, sang artis yang disebut-sebut mendalangi penculikan dan penyekapan yang menghebohkan itu berpikir bahwa situasi saat ini masih seperti dulu. Bahwa orang berpengaruh, public figure, bisa melakukan tindakan melawan hukum tanpa sanksi hukum. Pendapat itu jelas salah.

Apapaun alasannya, apapun latar belakangnya, menculik dan menyekap seseorang adalah salah. Tak soal apakah itu dilakukan artis cantik, pembalap terkemuka, bahkan aparat keamanan sekalipun.

Artinya, segala tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia harus dihukum seberat-beratnya!!

Simalakama SBY

BERDOALAH agar Anda tidak akan penah menemukan buah ini: simalakama. Begitu anehnya buah ini hingga jika dimakan, ayah akan mati. Tidak dimakan, ibu yang mati.

Buah simalakama tentu saja tak pernah ada. Buah ini tercipta untuk menggambarkan bagaimana situasi pelik yang dihadapi seseorang, yang apaapun pilihan akan memunculkan fenomena 'maju kena mundur kena'.

Situasi seperti ini yang mungkin dihadapi presiden SBY ketika besannya Aulia Pohan dijadikan tersangka perkara korupsi. Pilihan yang sulit, antara menyelamatkan martabat keluarga, menjaga perasaan anak dan menantu, atau mengedepankan proses hukum.

Kita semua tahu, SBY akhirnya memilih proses kedua, membiarkan besannya ditahan. (Aku sendiri yakin, KPK tak akan menahan Aulia Pohan kalau tidak mendapat lampu hijau dari istana).

Kita bisa bayangkan bagaimana perasaan keluarga besar Aulia Pohan, dan keluarga besar SBY. Di Indonesia, besan merupakan bagian dari keluarga yang sangat dihormati.

Sisi baiknya, popularitas SBY meningkat. Media massa menyebut banyak warga yang salut dan memuji langkah presiden.

Setiap kebijakan memang ada konsekuensi. Dan kalau konsekuensi yang diterima SBY adalah popularitasnya melonjak, mungkin itu lebih tebat disebut sebagai berkah di balik bencana.

Asal saja presiden melakukan hal ini benar-benar dengan alasan hukum. Dan bukannya menjadikan besannya sebagai tumbal agar kelak bisa kembali memerintah...

Dana Kampanye

DANA kampanye menjadi isu di tanah air, menyusul penolakan sejumlah partai politik menyangkut kewajiban memasukkan NPWP bagi penyumbang. Penolakan ini dinilai sebagai sikap yang belum dewasa.

Di Indonesia, dana kampanye memang menjadi faktor yang sangat krusial, apalagi bagi calon presiden yang harus melanglangbuana dari Sabang hingga Merauke. Bahwa dana kampanye merupakan isu sensitif dapat dilihat pada kasus Tempo vs Aburizal 'Ical' Bakrie. Ical meradang karena diberitakan sebagai donatur kampanye SBY-JK pada pemilu lalu.

James Bond vs Adam Malik...

ENTAH kebetulan entah tidak, isu seputar Adam Malik yang disebut-sebut sebagai agen rahasia atau mata-mata binaan CIA muncul beberapa saat setelah film James Bond beredar di tanah air.

james-bond

Sesuai namanya, dunia mata-mata memang penuh rahasia, memiliki jalur kerja yang sukar terdeteksi, dan tentu saja kebenaran menyangkut hal yang terkait yang (sengaja) dibuat kabur.

Bagi yang sudah menyaksikan James Bond terbaru, Quantum of Solace, mungkin akan terkagum-kagum dengan sajian adegan spektakuler yang disajikan sejak menit pertama. Walau, aku pikir ada sejumlah adegan yang tak masuk akal, ditambah beberapa aksi yang sangat kebetulan (padahal dalam dunia mata-mata, seharusnya semuanya terencana, dan tidak bisa berharap pada nasib baik).

Bagaimana dengan Adam Malik? Apakah dia benar-benar agen rahasia CIA? Soal ini sudah dulas banyak media dan pengamat. Aku tak ingin ikut-ikutan. Aku hanya ingin menekankan, soal peran agen di dunia nyata.

Menyangkut cara kerja, agen rahasia itu terbagi dalam dua hal. Yang pertama, agen tidur, yang hanya dihubungi sewaktu-waktu jika ada 'proyek' yang akan dikerjakan. Yang kedua, agen aktif, yang memang terlibat secara langsung dan sepenuh waktu pada 'proyek' itu.

Jika Adam Malik benar-benar agen rahasia, di mana perannya? Aku pikir tak mungkin dia menjadi agen aktif. Pastilah dia agen pasif, yang hanya bertindak jika ada petunjuk dari 'supervisor'.

Kalau tidak salah ingat, publikasi media menyebut kalau Adam Malik pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Uni Sovyet. Jika benar dia merupakan mata-mata, maka peranannya pasti sangat besar di saat dia menjadi dubes untuk Uni Sovyet (US), apalagi saat itu perang dingin antara AS dan US sedang 'panas-panasnya'.

Namun, sekali lagi, apakah tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional itu adalah mata-mata? Mungkin tak satupun warga Indonesia yang bisa menjawab. Bahkan kalau dikatakan tak ada kebijakan yang ditelorkannya yang senada dengan kebijakan AS, itu belum bisa dijadikan pegangan.

Yang pasti, jika tuduhan itu benar, maka sosok Adam Malik merupakan contoh keberhasilan CIA. Karena tokoh binaan mereka bisa menduduki posisi luar biasa, menjadi wakil presiden, menjadi orang kedua di Indonesia!!

Suatu posisi yang rasanya tak bisa didapatkan agen lapangan sekaliber James Bond sekalipun....

Iklan Politik

IKLAN politik berseliweran di media massa. Seperti biasa, yang diumbar adalah janji dan janji. Bahwa keadaan akan semakin baik, kelak. Bahwa ada kesalahan di masa lalu yang harus diperbaiki.

Tapi bukankah kita seperti mendengar kaset dengan lagu lama? Hanya covernya yang diubah. Hanya penyanyinya yang berganti kostum. Namun lagunya itu-itu saja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...